BatamLayanan Publik

Kawasan Bisnis Bebas Dahaga saat Waduk Nongsa Kritis: Warga Diimbau Hemat, Server Tetap Segar

1
×

Kawasan Bisnis Bebas Dahaga saat Waduk Nongsa Kritis: Warga Diimbau Hemat, Server Tetap Segar

Share this article
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Hukum alam kelihatannya berlaku adil di Batam, namun hukum distribusi air jelas punya skala prioritas tersendiri. Di tengah cuaca terik dan curah hujan yang enggan turun, Waduk Nongsa dilaporkan mulai kehabisan napas.

Dampaknya? Warga pemukiman diminta bersiap menghadapi “pergeseran jam layanan” bahasa halus kehumasan untuk air mati dan pergiliran keran sementara kawasan bisnis elite Nongsa Digital Park (NDP) dijamin tetap mengalir lancar tanpa hambatan.

BACA JUGA:  Bocor Lagi di Titik yang Sama, Proyek Perbaikan Pipa Simpang Plamo Batam Dipertanyakan

Penyusutan volume Waduk Nongsa secara otomatis memangkas kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa. Warga yang tinggal di ujung jaringan distribusi kini berkesempatan melatih kesabaran ekstra, menunggu pancuran keran kembali berbunyi di jam-jam yang acak.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, membenarkan adanya penurunan debit air tersebut. Untuk menyiasatinya, otoritas berjanji mengoptimalkan interkoneksi jaringan dari IPAM lain. Namun, janji itu datang dengan satu catatan kecil: pola hidup warga harus ikut disesuaikan.

BACA JUGA:  Kecam Tindakan Intimidasi terhadap Wartawan di Pengadilan, PWI Kepri Desak Evaluasi SOP Pengawalan Tahanan

“Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian distribusi dapat berdampak pada pergeseran jam layanan,” terang Denny di Batam Centre, Sabtu (8/8/2026).