Gudangberita.co.id, Batam — Hukum alam kelihatannya berlaku adil di Batam, namun hukum distribusi air jelas punya skala prioritas tersendiri. Di tengah cuaca terik dan curah hujan yang enggan turun, Waduk Nongsa dilaporkan mulai kehabisan napas.
Dampaknya? Warga pemukiman diminta bersiap menghadapi “pergeseran jam layanan” bahasa halus kehumasan untuk air mati dan pergiliran keran sementara kawasan bisnis elite Nongsa Digital Park (NDP) dijamin tetap mengalir lancar tanpa hambatan.
Penyusutan volume Waduk Nongsa secara otomatis memangkas kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa. Warga yang tinggal di ujung jaringan distribusi kini berkesempatan melatih kesabaran ekstra, menunggu pancuran keran kembali berbunyi di jam-jam yang acak.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, membenarkan adanya penurunan debit air tersebut. Untuk menyiasatinya, otoritas berjanji mengoptimalkan interkoneksi jaringan dari IPAM lain. Namun, janji itu datang dengan satu catatan kecil: pola hidup warga harus ikut disesuaikan.
“Dalam kondisi tertentu, langkah penyesuaian distribusi dapat berdampak pada pergeseran jam layanan,” terang Denny di Batam Centre, Sabtu (8/8/2026).













