Ketua LPPD Kota Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, menjelaskan bahwa seluruh persiapan administrasi sebenarnya sudah matang sejak acara pelepasan resmi oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura pada 16 Juni 2026.
Namun, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta setelah transit dari Batam, rombongan PSW Tanjungpinang dibuat terlantar. Mereka diminta berpindah-pindah dari Terminal 1C, 1B, Terminal 2, hingga Terminal 3 tanpa didampingi official.
Puncak kekecewaan terjadi di Terminal 3 ketika pihak maskapai menyatakan tiket lanjutan menuju Manokwari statusnya masih sebatas bookingan dan belum dibayarkan (issued) oleh pihak travel selaku penyedia.
Kontingen yang didominasi oleh peserta lanjut usia tersebut menangis histeris di bandara. Di tengah keputusasaan, mereka spontan bernyanyi memuji Tuhan di terminal bandara hingga rekamannya viral.
“Tuhan pakai PSW Tanjungpinang untuk membuka mata setiap pemimpin agar jangan sesekali melakukan ketidakadilan. Agar amanah dalam melaksanakan tugasnya. Jika besok dan lusa kami menerima tekanan baru lagi, kami akan menghadapinya,” tegas Ria Ukur.













