BatamZona Headline

Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

4
×

Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Share this article
Potret seorang ibu-ibu warga Rempang saat melakukan penolakan penggusuran lahan tempat tinggal mereka, Kamis (13/8/2026).
Potret seorang ibu-ibu warga Rempang saat melakukan penolakan penggusuran lahan tempat tinggal mereka, Kamis (13/8/2026).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Aksi penggusuran lahan warga di kawasan Pantai Melayu, Kampung Kalat, Pulau Rempang, kembali memicu ketegangan pada Kamis (13/8/2026).

Tim terpadu yang mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan buldoser mendapat penolakan keras dari warga setempat.

Berdasarkan laporan akun X Trend Asia, situasi di lokasi berlangsung mencekam. Selain diwarnai bentrokan fisik antara warga sipil tak bersenjata dengan aparat, proses penggusuran juga diwarnai insiden matinya aliran listrik dan gangguan sinyal komunikasi.

BACA JUGA:  Hanya Andalkan Air Hujan, BP Batam Gandeng BRIN Antisipasi Ancaman Krisis Air Industri
Warga sempat ribut dengan tim terpadu. (X Trend Asia)

Seorang ibu bahkan dikabarkan pingsan di tengah ricuhnya aksi penolakan tersebut. “Lahan ini belum kami lepaskan dan masih menjadi ruang hidup kami. Persoalan tanah tidak boleh diselesaikan secara sepihak tanpa musyawarah yang layak,” tegas salah satu perwakilan warga.

Seorang warga mendapat perawatan usai kericuhan penolakan terhadap tim terpadu di Rempang.

Masyarakat Rempang menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, melainkan menolak perampokan hak hidup dan tanah sejarah secara sepihak. Mereka melayangkan lima tuntutan utama kepada pemerintah:

BACA JUGA:  Malingnya yang Beraksi, Fasum yang Rusak, Pengusaha Besi Tua yang Kena "Ceramah" Pakta Integritas

Hentikan Penggusuran: Menghentikan sementara seluruh aktivitas penggusuran di lahan warga yang belum dilepaskan.

Transparansi Legalitas: Memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar hukum penggusuran.