BatamHukum

Sengketa Properti Kabil Batam: PT Jolin Curiga Lahan Dijual ke Banyak Pihak, Pengadilan Tinggi Anulir Putusan PN Batam

152
×

Sengketa Properti Kabil Batam: PT Jolin Curiga Lahan Dijual ke Banyak Pihak, Pengadilan Tinggi Anulir Putusan PN Batam

Share this article
Ilustrasi.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Sengketa lahan di kawasan Kabil kembali memanas setelah PT Jolin Permata Buana (Cipta Group) menduga bahwa lahan yang menjadi objek perjanjian kerjasama dengan PT Perambah Batam Expresco telah dijajakan kepada banyak pihak.

Kecurigaan ini muncul setelah temuan adanya perjanjian lain yang dibuat perusahaan tersebut sebelum kerja sama dengan PT Jolin diteken.

BACA JUGA:  LIRA Batam Desak Sanksi Pidana Reklamasi Ilegal, Duga Oknum BP Batam Terlibat Penimbunan Laut

Konflik bermula dari Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pengembangan lahan yang ditandatangani antara PT Jolin dan PT Perambah Batam Expresco pada 22 Maret 2024.

PT Jolin menyetor uang muka Rp 500 juta untuk pembebasan lahan yang masih ditempati bangunan liar dan tanaman. Namun dana itu diduga dialihkan penggunaannya untuk pengurusan legalitas lahan (bertentangan dengan isi perjanjian).

BACA JUGA:  Resahkan Warga Batam, Komplotan Jambret di Nongsa Digulung Polisi: Satu Pelaku Masih Buron

Putusan PN Batam Dianulir Pengadilan Tinggi Tanjungpinang

Kuasa hukum PT Jolin, Revan Simanjuntak SH, memaparkan bahwa sengketa ini telah melewati proses panjang. Pada tingkat pertama, PN Batam memenangkan PT Perambah Batam Expresco. Namun PT Jolin langsung mengajukan banding.

“Di tingkat Pengadilan Tinggi Tanjungpinang, putusan PN Batam dianulir. PT Jolin dimenangkan dan PKS dinyatakan sah serta tetap berlaku. Selain itu, PT Perambah Batam Expresco diwajibkan mengembalikan kerugian Rp 500 juta,” ujar Revan saat konferensi pers, Selasa (18/11/2025).

BACA JUGA:  Bakal Lebih Estetik dan Aman, Intip Progres Terbaru Underpass Pelita Batam