BatamBatam Punya CeritaZona Headline

Relokasi Rempang, ‘Durian Runtuh’ Bagi Warga Pendatang, Hal Lucu Bagi Warga Melayu Tempatan

765
×

Relokasi Rempang, ‘Durian Runtuh’ Bagi Warga Pendatang, Hal Lucu Bagi Warga Melayu Tempatan

Share this article
Kamsiah, warga Rempang. (UI Watch)
banner 468x60

Ia sendiri bukan asli Rempang. “Saya pendatang. Saya dari Batam terus saya pindah ke sini, usaha disini. Beli tanah ini saya bangun rumah disini saya berkebun,” ujarnya

Sudah 9 KK Pindah Mandiri

Sebanyak 6 KK di Kampung Pasir Panjang pindah memenuhi permintaan BP Batam untuk proses relokasi. Mereka pindah ke lokasi yang difasilitasi oleh BP Batam, Selasa (3/10/2023).

BACA JUGA:  Pesona Defile Kafilah dan Budaya Melayu Warnai Pembukaan MTQH XXXIV di Batam Center

Keenam KK tersebut pindah ke lokasi yang berbeda-beda, yakni Perumahan Anggara Graha Sagulung, Ruko Buana Central Park Batuaji dan Rusun Muka Kuning. Tiga lokasi itu memang disiapkan oleh BP Batam yang akan menyubsidi mereka sebelum dibuatkan rumah Tipe 45.

Sariman, salah satu warga yang pindah mengakui tanpa paksaan siapapun. “Saya juga berterimakasih kepada pemerintah dan BP Batam semoga perpindahan saya ini dapat menjadi lebih baik,” ucapnya.

BACA JUGA:  Hati-Hati Macet! Jalan Gajah Mada Batam Ditutup 3-5 April 2026, Ini Rute Alternatifnya

Sebelumnya Kabiro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengklaim hingga Rabu, 27 September 2023 lalu, sudah ada 317 KK yang sudah menyetujui untuk direlokasi sementara.

“Jadi untuk yang pindah baru tiga KK, selebihnya masyarakat masih menunggu untuk mencari hunian sendiri, ada juga yang sudah siap menempati hunian rumah yang disediakan BP Batam,” katanya.

BACA JUGA:  Jejak Rasa Nasi Dagang: Dari Bekal Perantau Abad ke-14 hingga 'Naik Kelas' di Kafe Mewah Batam

Hingga saat ini hanya 9 KK yang pindah. Hal ini sesuai dengan data yang disampaikan Ombudsman RI yang turun ke lapangan dengan mengecek posko. Ombudsman bahkan mempertanyakan data BP Batam jika ada 300 an KK yang setuju untuk pindah.