Walaupun dalam hal ini yang menjanjikan adalah pemerintah, yang mana para pejabatnya pun kemungkinan akan berganti pada 2024 mendatang, termasuk Kepala BP Batam yang merupakan Jabatan Ex Officio bagi Wali Kota Batam.
“Tipe rumah dan lokasi saja yang dijanjikan, sekarang dimana? tempatnya dimana? berganti-ganti, sekalinya disebut di Dapur 3, sekarang di Tanjungbanon. Waktu kami ke Tanjungbanon masyarakat di sana juga tidak tahu. Soalnya tidak ada sama sekali sosialisasi dari pemimpin dari pihak apapun. Sedangkan masyarakat Tanjungbanon sendiri juga mau digeser, kan mereka diminta daftar relokasi. Ini kan lucu,” ucapnya.
Hal ini yang membuat mereka enggan. Mereka takut, hanya digeser ke Tanjungbanon, kemudian digusur lagi entah kemana.
Disyukuri warga yang bukan asli Rempang
Namun tak demikian bagi segelintir warga yang memang aslinya pendatang di wilayah tersebut. Hal ini tentu bak mendapat ‘durian runtuh’.
Seperti yang diutarakan Wulan, warga Sembulang. “Harapan saya dengan adanya ini perkembangan masyarakat jadi lebih baik. Point positif untuk saya, yang suratnya awalnya Alas Hak jadi Hak Milik. Makanya saya mendukung penuh,” ucapnya.
Ia pun mencari sendiri rumah untuk relokasi yang akan disubsidi oleh BP Batam di wilayah Batam Center. Wulan mengaku tak ada paksaan untuk pindah.













