Pernyataan ini sekaligus meluruskan wacana yang sempat diusulkan Ketua KJK, Ady Indra Pawennari, mengenai potensi penggunaan narasi gabungan “KJK-PWI” dalam kegiatan UKW. PWI Pusat secara tegas menolak format tersebut demi menjaga tertib tata kelola dan hierarki organisasi.
Senada dengan Cak Munir, Ketua DK PWI Pusat Atal S. Depari mengingatkan pentingnya etika berorganisasi. PWI merupakan rumah besar yang memiliki aturan main tunggal dan tidak mengenal struktur tandingan dalam bentuk apa pun.
“Kalau mau berkompetisi atau bersaing secara positif, silakan di dalam PWI Kepri. Jangan membuat wadah yang seolah menjadi tandingan PWI Kepri. KJK harus tetap berada dalam ruang dan koordinasi PWI,” ujar Atal.
Merangkul Tanpa Sekat, Menjaga Marwah Rumah Bersama
Meski sempat diwarnai dinamika adu argumen yang bernas, pertemuan tersebut berjalan penuh kedewasaan.
Pengurus PWI Kepri bahkan menunjukkan kebesaran hati dengan membuka pintu kolaborasi secara terbuka, termasuk menawarkan sejumlah posisi strategis yang masih lowong dalam kepengurusan PWI Kepri saat ini kepada para anggota PWI yang ada di KJK.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menegaskan bahwa PWI Kepri selalu terbuka untuk berangkulan dengan seluruh anggota. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ketaatan pada konstitusi organisasi adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.













