“Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi. Namun, seluruh anggota PWI Kepri, termasuk yang berada di KJK, tentunya harus tunduk pada aturan main organisasi dan berkoordinasi resmi dengan PWI Kepri,” kata Saibansah.
Respons positif pun datang dari para anggota KJK yang hadir. Novianto, salah satu anggota KJK, menyatakan kesiapannya untuk tetap berada dalam garis organisasi sebagai anggota biasa.
“Kami legowo tetap menjadi anggota biasa. Jiwa saya adalah PWI, dan insyaallah selamanya akan berada di sini,” ungkap Novianto.
Hal senada disampaikan Ady Indra Pawennari. Ia menegaskan, meski dipercaya memimpin KJK, dirinya tetap menempatkan PWI sebagai rumah besar tempatnya bernaung.
Cak Munir menambahkan bahwa sebetulnya tidak ada isu substantif terkait dualisme di Kepri karena persoalan masa lalu tersebut sudah lama selesai. KJK hanyalah wadah komunitas tempat berhimpun sebagian anggota PWI Kepri, dan bukan entidad terpisah dari institusi PWI.
Pertemuan tersebut ditutup dengan kehangatan, salam-salaman, dan foto bersama. Momen ini menjadi penanda jelas: PWI Kepri tetap satu tata kelola, satu garis komando, dan satu rumah besar bagi seluruh wartawan yang bernaung di dalamnya.













