“Jika itu terganggu, kasihan anak-anak kita. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Dengan langkah yang dilakukan PWI bisa dilakukan sendiri, namun akan lebih efektif lagi jika melibatkan seluruh pihak. Karena itu, kami siap mendukung untuk memberantas premanisme yang berkedok wartawan,” lanjutnya.
Sesuai dengan slogan TNI AU yang dikenal adalah “TNI AU AMPUH”, yang merupakan singkatan dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis, Hendro menegaskan bahwa Lanud Hang Nadim akan terbuka untuk etiap informasi yang berkaitan dengan pihaknya.
“Kami juga berharap, pemberitaan berkaitan dengan Lanud Hang Nadim bisa berimbang dan mengedepankan akurasi serta konfirmasi. Sehingga, produk jurnalistik yang disampaikan kepada masyarakat itu sesuai fakta,” harapnya.
Dukungan tersebut langsung disambut Ketua PWI Batam, M Kavi Anshary. Ia menjelaskan, sebagai organisasi profesi berupaya tidal hanya konsen kepada anggota PWI saja, namun melangkah keluar karena banyaknya keluhan perilaku wartawan yang tidak sesuai dengan KPW serta KEJ.
“Saat ini kami sedang konsen menghadapi aduan dari sejumlah kepala sekolah di Batam dan Tanjungpinang terkait perilaku wartawan yang tidak sesuai KPW dan KEJ. Langkah ini akan dilanjutkan dengan koordinasi bersama aparat penegak hukum,” terang Kavi.













