Utamakan Dialog: Menghormati hak masyarakat dan mengedepankan musyawarah.
Hentikan Intimidasi: Tidak melakukan tindakan yang memicu ketakutan dan konflik.
Pembangunan Berkeadilan: Memastikan proses pembangunan adil tanpa mengorbankan hak warga.

Bantahan Investor Hong Kong (Xinyi Glass) Jadi Titik Balik
Bentrokan di lapangan berbanding terbalik dengan dinamika di tingkat atas. Isu Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City semakin menuai sorotan tajam setelah investor asal Hong Kong, Xinyi Glass Holdings Limited, menyampaikan klarifikasi resmi bahwa pihaknya tidak pernah menandatangani kontrak maupun memprakarsai proyek tersebut.
Dalam ESG Report 2025 yang dirilis April 2026, Xinyi menegaskan mundur dan tidak bertindak sebagai pengembang proyek usai mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, serta ancaman terhadap kelestarian ekosistem mangrove.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menyebut pengakuan Xinyi sebagai bentuk kerapuhan narasi investasi raksasa bernilai Rp174 triliun yang dibangun sejak era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Ini bukan lagi soal batal atau tidaknya investasi, tetapi soal bagaimana narasi dibangun sebelum fondasi hukumnya siap. Xinyi justru mundur karena mempertimbangkan aspirasi warga, sementara di lapangan proyek dipaksakan berjalan,” ujar Iskandar.













