BatamZona Headline

Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

4
×

Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Share this article
Potret seorang ibu-ibu warga Rempang saat melakukan penolakan penggusuran lahan tempat tinggal mereka, Kamis (13/8/2026).
Potret seorang ibu-ibu warga Rempang saat melakukan penolakan penggusuran lahan tempat tinggal mereka, Kamis (13/8/2026).
banner 468x60

Utamakan Dialog: Menghormati hak masyarakat dan mengedepankan musyawarah.

Hentikan Intimidasi: Tidak melakukan tindakan yang memicu ketakutan dan konflik.

Pembangunan Berkeadilan: Memastikan proses pembangunan adil tanpa mengorbankan hak warga.

Warga ketika menghadang tim terpadu

Bantahan Investor Hong Kong (Xinyi Glass) Jadi Titik Balik

Bentrokan di lapangan berbanding terbalik dengan dinamika di tingkat atas. Isu Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City semakin menuai sorotan tajam setelah investor asal Hong Kong, Xinyi Glass Holdings Limited, menyampaikan klarifikasi resmi bahwa pihaknya tidak pernah menandatangani kontrak maupun memprakarsai proyek tersebut.

BACA JUGA:  Balita 2 Tahun Hanyut di Tanjung Sengkuang Batam Belum Ditemukan, Tim SAR Lakukan Penyelaman

Dalam ESG Report 2025 yang dirilis April 2026, Xinyi menegaskan mundur dan tidak bertindak sebagai pengembang proyek usai mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, serta ancaman terhadap kelestarian ekosistem mangrove.

Warga hanya bisa pasrah dengan yang mereka hadapi saat ini.

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menyebut pengakuan Xinyi sebagai bentuk kerapuhan narasi investasi raksasa bernilai Rp174 triliun yang dibangun sejak era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

BACA JUGA:  Batam Jadi Gerbang Digital, Kabel Bawah Laut NCC Resmi Mendarat di Nongsa Digital Park

“Ini bukan lagi soal batal atau tidaknya investasi, tetapi soal bagaimana narasi dibangun sebelum fondasi hukumnya siap. Xinyi justru mundur karena mempertimbangkan aspirasi warga, sementara di lapangan proyek dipaksakan berjalan,” ujar Iskandar.