harris
BatamLayanan PublikZona Headline

Pengamat: Waduk Sei Harapan Jadi Simbol Lemahnya Manajemen Sumber Daya Air di Batam

881
×

Pengamat: Waduk Sei Harapan Jadi Simbol Lemahnya Manajemen Sumber Daya Air di Batam

Share this article
Dam Sei Harapan, sumber bahan baku IPA Sei Harapan (ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Curah hujan deras yang mengguyur Kota Batam baru-baru ini kembali membuka borok dalam manajemen sumber daya air di kota ini.

Waduk Sei Harapan, salah satu sumber air baku utama, gagal menjaga kualitas air akibat tingginya kandungan lumpur dari daerah tangkapan air.

Situasi ini tidak hanya mengganggu produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan, tetapi juga menghentikan suplai air ke puluhan ribu pelanggan, termasuk kawasan industri strategis dan rumah sakit.

BACA JUGA:  Gerebek Kampung Narkoba di Batam, Polda Kepri Amankan Puluhan Orang dan Senjata Tajam

Menurut pengamat kebijakan publik Rikson Tampubolon, insiden ini merupakan cerminan buruknya pengelolaan dan kurangnya investasi dalam teknologi pengolahan air yang adaptif terhadap fluktuasi kualitas air baku.

“Kondisi seperti ini menunjukkan lemahnya manajemen air di Batam. Ketergantungan pada teknologi usang tidak lagi relevan dengan tantangan yang ada,” tegasnya, Rabu (15/1/2025).

IPA Sei Harapan Kolaps, Warga Merugi

BACA JUGA:  ASTINDO Travel Fair 2026 Digelar di Batam, Ardiwinata: Perkuat Pariwisata dan Industri MICE

General Manager SPAM Hilir, Djohan Effendy, menyebut kejadian ini sebagai “force majeure.”

Meski produksi air di IPA Sei Harapan sudah kembali beroperasi secara bertahap sejak Selasa (14/1/2025), banyak pelanggan masih belum mendapatkan suplai air bersih secara normal.

Truk tangki menjadi solusi sementara, tetapi tidak mampu menutupi kebutuhan luas warga dan industri.

BACA JUGA:  Pemeriksaan Keimigrasian di KEK Tanjung Sauh, Petugas Sisir Area Kerja hingga Hunian TKA