LinggaZona Headline

TKP Pembunuhan di Lingga Steril, Warga Garuk Kepala Amankan Barang Elektronik yang Masih Diservis

25
×

TKP Pembunuhan di Lingga Steril, Warga Garuk Kepala Amankan Barang Elektronik yang Masih Diservis

Share this article
Garis polisi terpasang di rumah kontrakan Jaka pelaku pembunuhan di Jalan Kartini Lingga / Gerai servis elektronik tempat penemuan mayat di Kelurahan Sungai Lumpur.
Garis polisi terpasang di rumah kontrakan Jaka pelaku pembunuhan di Jalan Kartini Lingga / Gerai servis elektronik tempat penemuan mayat di Kelurahan Sungai Lumpur. (Foto: Yudiar)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Lingga — Garis polisi berwarna kuning masih melingkari rumah kontrakan sekaligus gerai servis elektronik milik Zakaria (43) alias Jaka di Jalan Kartini, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Jumat (15/5/2026).

Tempat usaha yang biasanya riuh dengan aktivitas reparasi itu kini mencekam, menyusul terungkapnya pembunuhan sadis terhadap Diana, istri siri pelaku.

BACA JUGA:  Tragedi Bripda NS: Mengapa Tim Forensik Independen Dilibatkan dalam Kematian Bintara Remaja Ini?

Jaka tega mencekik Diana hingga tewas lalu mengubur jasadnya tanpa busana hanya sedalam sekitar 50 cm atau sejengkal dari permukaan tanah di area tersebut. Setelah sempat melarikan diri keluar dari Kepulauan Riau, pelarian Jaka berakhir tragis di Lumajang, Jawa Timur, tempat ia diringkus oleh aparat kepolisian.

Di balik kengerian kasus pembunuhan berencana ini, sebuah cerita unik sekaligus membingungkan melanda warga sekitar yang sempat menjadi pelanggan servis elektronik milik pelaku.

BACA JUGA:  Ombudsman Kepri "Warning" Camat Batu Ampar: Jangan Lepas Tangan Masalah Air dan Sampah

Pemasangan police line di gerai milik Jaka menyisakan dilema tersendiri bagi salah seorang warga setempat. Bagaimana tidak, mesin kulkas miliknya sudah mengendap selama sembilan bulan di tempat servis milik pelaku dan belum kunjung selesai diperbaiki.

“Belum juga selesai diperbaiki, Jaka selalu bilang tunggu-tunggu belum dikerjakan, sampai akhirnya Jaka ditangkap polisi,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya itu dengan nada bingung, Jumat (15/5/2026).