LinggaZona Headline

Bikin Merinding, Ini Alasan Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Diana di Dua Tempat Berbeda

29
×

Bikin Merinding, Ini Alasan Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Diana di Dua Tempat Berbeda

Share this article
Tersangka Jaka memperagakan adegan mengejar korban Diana di kawasan Pasir Kuning saat rekonstruksi.
Tersangka Jaka saat rekonstruksi di Setajam, Lingga. (Foto: Yudiar)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Lingga – Proses rekonstruksi kasus pembunuhan Diana oleh tersangka Jaka pada Senin (18/5/2026) sukses membuat bulu kuduk warga yang menyaksikannya merinding.

Ada pemandangan tidak biasa dalam reka ulang yang digelar Satreskrim Polres Lingga ini; polisi harus memboyong tersangka ke dua lokasi berbeda yang jaraknya lumayan berjauhan.

Bukan tanpa alasan, langkah ini terpaksa diambil penyidik untuk menguak tabir kepanikan luar biasa korban dan kebrutalan pelaku yang selama ini belum terungkap ke publik.

BACA JUGA:  Nyawa Pekerja Bukan Tumbal Proyek! DPRD Batam Bongkar Borok K3 di PT ASL Shipyard

Alasan utama di balik gelaran rekonstruksi di dua titik ini adalah untuk mencocokkan fakta lapangan mengenai upaya terakhir korban, Diana, yang sempat berusaha meloloskan diri dari maut.

Secara total, Jaka memperagakan 25 adegan detail yang dibagi ke dalam dua zona krusial:

3 Adegan di Kawasan Telek: Lokasi ini merupakan sebuah rumah kontrakan tempat korban Diana sempat bersembunyi.

BACA JUGA:  Misteri Keberadaan Jaka, Teknisi Elektronik di Lingga yang Menghilang Saat Jasad Istri Ditemukan Terkubur

Fakta ini bikin merinding karena terungkap bahwa korban sempat berhasil lari dari kejaran pelaku, namun tempat persembunyiannya akhirnya terendus. Suasana di sekitar kawasan Pasir Kuning bahkan sempat menegang saat adegan pengejaran ini diperagakan kembali.

22 Adegan di Kawasan Setajam: Ini merupakan rumah kontrakan utama tempat tinggal pelaku dan korban. Di sinilah perselisihan bermula dan menjadi titik di mana Jaka mengeksekusi korban hingga meninggal dunia setelah berhasil menyeretnya kembali.