Gudangberita.co.id, Batam – Rencana pembangunan Sopo Godang (gedung serbaguna) dan rumah duka yang representatif bagi masyarakat asal Sumatera Utara (Sumut) di Kota Batam memasuki babak baru. Momentum ini dinilai harus segera dieksekusi mengingat adanya aset lahan potensial yang perlu diselamatkan dan dimanfaatkan secara bersama.
Tokoh muda asal Karo yang juga praktisi media senior di Kepulauan Riau, Herry Sembiring, secara khusus menyoroti status lahan yang pernah dimohonkan oleh Ikatan Serumpun Naimarata Batak Sadia (ISENABASA). Menurutnya, kepastian lahan ini adalah kunci utama agar kerinduan puluhan ribu warga Batak di perantauan Batam memiliki fasos (fasilitas sosial) sendiri bisa segera terwujud.
Herry mengungkapkan bahwa persoalan utama belum terealisasinya gedung adat dan rumah duka selama ini bukanlah ketiadaan lahan, melainkan konsolidasi antar-kelompok yang belum padu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, komunitas Batak melalui ISENABASA sebenarnya telah mengantongi alokasi lahan strategis.
“Terkait lahan untuk gedung adat dan rumah duka itu, kami memperoleh informasi bahwa komunitas Batak melalui salah satu organisasi masyarakat, yaitu ISENABASA, sebelumnya pernah mendapat alokasi lahan,” papar Herry kepada media, Jumat (22/5/2026).









