BatamPeristiwaZona Headline

Pengakuan Mengejutkan: Petugas MEG Diikat 4 Jam Dalam Kondisi Kritis Usai Dikeroyok Warga Rempang

2311
×

Pengakuan Mengejutkan: Petugas MEG Diikat 4 Jam Dalam Kondisi Kritis Usai Dikeroyok Warga Rempang

Share this article
Salah satu bangunan rumah warga Rempang yang dirusak (ig walhi riau)
banner 468x60

“Kami meminta aparat untuk melindungi kami. Kami hanya menjalankan tugas menjaga proyek Rempang Eco City,” tegas Angga.

Serangan Balasan: Warga Jadi Sasaran Amuk Massa

Tak lama setelah insiden tersebut, situasi semakin memanas ketika sekelompok massa dari PT MEG diduga melakukan aksi balasan terhadap warga. Edi, seorang warga Rempang, mengaku rumahnya diserang oleh puluhan orang yang membawa parang.

BACA JUGA:  Fenomena "Kalah di Rumah Sendiri": Mengapa Anak Kelahiran Batam Susah Dapat Kerja di Batam?

“Sekitar 30 orang datang menyerang. Anak saya dipukuli, saya juga kena parang, dan posko warga di Dapur 6 dihancurkan,” ujarnya dengan nada sedih.

Polemik Tak Berujung: Proyek Rempang Eco City Jadi Pemicu

Konflik ini mencuat dari proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City, yang dikelola PT MEG di bawah naungan Artha Graha Group milik Tomy Winata. Sejak setahun terakhir, warga setempat menolak direlokasi dari lahan yang menjadi tempat tinggal mereka selama puluhan tahun.

BACA JUGA:  Kecelakaan Tugboat di PT ASL Batam: Terjebak 3 Hari dalam Kapal Terbalik, Yusuf Selamat Berkat 'Kantong Udara'

Ketegangan yang tak kunjung usai ini terus meningkat seiring dengan upaya pemerintah dan BP Batam untuk melanjutkan proyek tersebut. Aksi saling serang yang terjadi belakangan ini menambah daftar panjang konflik yang melibatkan warga dan pihak pengembang.

Baik warga maupun pihak keamanan PT MEG kini menyerukan agar aparat hukum segera turun tangan untuk menghentikan bentrokan yang berpotensi memakan lebih banyak korban. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Rempang masih dipenuhi ketegangan.