Ironisnya, kegiatan publik yang seharusnya menunjukkan transparansi, malah menimbulkan risiko kesehatan bagi warga.
BNN Tegaskan Pemusnahan Sesuai Prosedur
Kepala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom, mengatakan bahwa proses pemusnahan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
Pemindahan sabu ke PT Desa Air Cargo, menurutnya, diawasi penuh dan menggunakan teknologi tinggi untuk memastikan keamanan.
“Kami membakar dengan alat berteknologi tinggi hampir setara dengan mobil insinerator, tapi kapasitasnya lebih besar. Ini bukan pembakaran sembarangan,” ujarnya.
Marthinus menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir penyalahgunaan barang bukti narkotika dan membuka ruang partisipasi masyarakat.
“Siapapun yang ingin menyaksikan, silakan. Tapi tolong percayakan kepada kami. Jika ada oknum bermain-main, kita akan tindak tegas,” tambahnya.
Meski BNN menjanjikan transparansi, kritik muncul terkait pemilihan lokasi terbuka dan pelibatan masyarakat dalam proses yang menghasilkan asap yang berisiko kesehatan.
Sejumlah warga mempertanyakan urgensi menjadikan pemusnahan sabu sebagai tontonan publik, alih-alih dilakukan di fasilitas tertutup yang aman.
Pemusnahan sabu dalam jumlah besar jelas merupakan langkah penting dalam perang melawan narkoba. Namun, aspek keselamatan publik dan dampak kesehatan lingkungan perlu menjadi perhatian utama.













