Menurutnya, tanpa metode penyamaran, sulit bagi pimpinan untuk melihat betapa masifnya kerja sama antara oknum petugas dan jaringan calo yang selama ini meresahkan pengguna jasa pelabuhan.
Desakan publik ini muncul di saat momentum “bersih-bersih” sedang berlangsung. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, mengonfirmasi bahwa Hajar Aswad telah resmi ditarik ke kantor pusat Jakarta, dalam pernyataan Minggu (5/4/2026) lalu.
Langkah tegas ini merupakan buntut dari dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura dan Myanmar yang sempat viral di media internasional. Selain Kakanim, seorang petugas berinisial JS juga dinonaktifkan karena diduga terlibat langsung dalam praktik pungli tersebut.
“Iya, betul, yang bersangkutan ditarik sementara ke kantor pusat dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ujo Sutojo.
Bagi masyarakat Batam, kasus ini bukan sekadar soal uang, melainkan soal integritas dan harga diri daerah sebagai gerbang internasional. Netizen mendesak agar momentum pemeriksaan ini tidak hanya menjadi aksi reaktif, tetapi awal dari penghapusan total oknum yang tidak memiliki integritas.
“Waktunya bersih-bersih dari oknum-oknum yang tidak punya integritas,” tutup Dyta dalam komentarnya.













