Gudangberita.co.id, Batam – Penonaktifan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Batam, Hajar Aswad, akibat skandal pungutan liar (pungli) memicu reaksi tak terduga dari masyarakat. Geram dengan praktik yang diduga sudah mendarah daging, netizen kini melontarkan tantangan terbuka bagi para petinggi Imigrasi melakukan penyamaran (undercover) demi merasakan langsung intimidasi oknum di lapangan.
Tantangan ini mencuat di tengah pemeriksaan intensif yang dilakukan Direktorat Kepatuhan Internal terhadap sejumlah pegawai di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Melalui kolom komentar di Fanpage Gudangberita.co.id, netizen menilai inspeksi mendadak (sidak) pejabat berseragam lengkap sudah tidak efektif. Pasalnya, oknum petugas di lapangan cenderung bersikap “manis” saat pimpinan datang, namun kembali “rakus” saat pengawasan melonggar.
Akun Dyta Riana Sagita misalnya, memberikan solusi cerdas yang langsung mendapat banyak dukungan. Ia meminta pejabat imigrasi sesekali menanggalkan seragamnya dan berpura-pura menjadi penumpang biasa.
“Makanya Pak, sekali-kali nyamar, biar tahu di lapangan gimana rakusnya mereka meras dengan mengintimidasi. Disidak itu khususnya pegawai yang bertugas di pelabuhan, sudah jadi harian mereka itu, pungli-pungli bahkan pakai calo juga,” tulisnya pedas.













