- Bekas Istana Raja Haji Ali Marhum
Raja Haji Ali, yang dikenal sebagai Marhum Kantor, memiliki istana yang hampir sebesar penduduk Pulau Penyengat. Istana ini berkaitan erat dengan pembangunan Masjid Sultan Riau dan menjadi simbol kejayaan masa lalu.
- Gudang Mesiu atau Gedung Obat Bedil
Bangunan kecil dengan dinding beton setebal hasta ini dulunya berfungsi sebagai gudang penyimpanan mesiu atau obat bedil. Kini, bangunan ini telah dipugar dan menjadi objek wisata sejarah.
- Benteng dan Parit-pertahanan
Benteng-benteng di Pulau Penyengat, terutama di Bukit Kursi dan Penggawa, dibangun menjelang perang melawan Belanda (1782-1784). Benteng ini dahulu dilengkapi sekitar 90 meriam yang sayangnya telah dijual oleh Belanda pada tahun 1930-an.
- Bekas Gedung Rusydiah Klab dan Percetakan Kerajaan
Rusydiah Klab adalah perkumpulan cendekiawan Melayu yang aktif menulis dan mencetak berbagai karya sastra serta buku agama. Pada tahun 1890-an, mereka mendirikan percetakan Mathba’atul Riauwiyah, yang kemudian dirampas oleh Belanda saat likuidasi Kerajaan Riau-Lingga.
- Taman Pantai
Sebelum menjadi pusat kependudukan, Pulau Penyengat telah memiliki perencanaan kota yang baik, termasuk taman-taman rekreasi. Taman Pantai adalah salah satu tempat yang dulunya memiliki ayunan, balai peranginan, serta kapal-kapal beton sebagai tempat hiburan bangsawan.
Pesona Sejarah yang Tak Terlupakan










