- Makam Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud
Engku Puteri Raja Hamidah adalah sosok perempuan berpengaruh dalam adat dan pemerintahan Kerajaan Riau-Lingga.
Ia memegang regalia atau alat kebesaran kerajaan dan turut berperan dalam perjuangan melawan Belanda. Makamnya dikelilingi tembok beton, di dalamnya terdapat pusara tokoh-tokoh penting, seperti Raja Haji Abdullah dan Raja Ali Haji, sang pujangga yang menggubah Gurindam Dua Belas.
- Makam Raja Haji Marhum Teluk Ketapang
Raja Haji, seorang pahlawan Melayu, gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Teluk Ketapang, Melaka, tahun 1784. Ia kemudian dimakamkan di Pulau Penyengat.
Raja Haji dikenal sebagai pemimpin tangguh yang mengembangkan wilayah Riau dan sekitarnya, serta membangun Kota Piring sebagai pusat pemerintahan.
- Bekas Istana Sultan Abdul Rahman Muazam Sah
Istana megah ini dulunya menjadi pusat pemerintahan Sultan Riau-Lingga yang terakhir. Kini, hanya tersisa sebagian kecil dari bangunan aslinya, seperti padang sewen (lapangan) dan balai tempat musik kerajaan dimainkan.
- Bekas Gedung Tengku Bilik
Gedung ini dahulu merupakan kediaman adik Sultan Riau-Lingga terakhir, Tengku Bilik, dan suaminya, Tengku Abdul Kadir. Arsitektur bangunan ini mencerminkan gaya khas bangsawan Melayu abad ke-19 dan masih menarik perhatian pengunjung hingga kini.
- Makam Raja Jaafar, Yang Dipertuan Muda VI
Makam Raja Jaafar merupakan salah satu bangunan indah di Pulau Penyengat, dengan pilar-pilar dan ukiran yang masih terawat. Raja Jaafar dikenal sebagai pemimpin yang gigih dalam menghadapi perebutan kekuasaan antara Inggris dan Belanda serta mengembangkan tambang timah di Singkep.










