Gudangberita.co.id, Batam– Penanganan kasus meninggalnya Bripda NS, Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau (Kepri), mencuri perhatian publik bukan hanya karena dugaan kekerasannya, melainkan langkah tidak biasa yang diambil institusi kepolisian.
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, secara resmi menarik tim forensik independen untuk membedah penyebab kematian anggotanya tersebut.
Pelibatan tim dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) serta ahli forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) RSCM menjadi sinyal kuat bahwa Polda Kepri ingin menghindari spekulasi liar. Langkah ini diambil guna memastikan hasil autopsi bersifat ilmiah, komprehensif, dan memiliki kredibilitas tinggi di mata hukum maupun masyarakat.
“Ini bentuk keterbukaan kami kepada publik. Kami ingin memperoleh hasil pemeriksaan yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara objektif,” tegas Irjen Pol. Asep Safrudin saat memantau perkembangan kasus di RS Bhayangkara Batam, Selasa (14/4/2026).
Keputusan menggandeng pihak eksternal seperti FK UI RSCM juga dinilai sebagai upaya preventif untuk menepis potensi konflik kepentingan dalam penyidikan internal.
Mengingat insiden ini melibatkan sesama anggota polisi, hasil autopsi yang independen akan menjadi fondasi utama bagi Ditreskrimum dalam menyeret pelaku ke ranah pidana umum.













