Ape KesahBatamZona Headline

Menakar Efektivitas BPJS Gratis bagi Kaum Marjinal Batam

76
×

Menakar Efektivitas BPJS Gratis bagi Kaum Marjinal Batam

Share this article
Driver ojek online. (ilustrasi)
banner 468x60

“Kami tidak ingin ketika terjadi musibah, keluarga yang ditinggalkan justru terjerumus ke dalam kemiskinan,” ujarnya.

Namun, jika kita bedah lebih dalam, efektivitas program ini akan diuji oleh tiga tantangan besar di lapangan:

Aksesibilitas Klaim di Arus Bawah: Kartu di tangan tidak otomatis berarti santunan di kantong. Tantangan terbesar bagi kaum marjinal adalah birokrasi klaim. Tanpa pendampingan yang intensif, banyak pekerja rentan yang justru “patah arang” saat berhadapan dengan syarat administrasi yang rumit di tengah kondisi duka atau sakit.

BACA JUGA:  Jejak Pasutri Penyalur PMI Ilegal Banyuwangi Terhenti di Batam: Ditangkap Jatanras Polda Kepri

Keberlanjutan Fiskal vs Kebutuhan Riil: Dengan iuran Rp16.800 per bulan per orang, Pemko Batam harus memastikan pos anggaran ini tetap sakral dan tidak terganggu fluktuasi politik anggaran di tahun-tahun mendatang. Perlindungan sosial bukanlah program one-off, melainkan komitmen seumur hidup.

Hanya Mengobati Gejala, Bukan Penyakit? BPJS Ketenagakerjaan adalah jaring pengaman saat kecelakaan terjadi. Namun, efektivitas sejati dari kesejahteraan pekerja marjinal juga bergantung pada regulasi tarif ojol yang adil, keselamatan alur pelayaran boat pancung, dan infrastruktur jalan yang layak.

BACA JUGA:  Disuruh Polisi, Maling Hydrant Ocarina Batam Malah Semangat Nyanyi Lagu ‘Rayap Besi’

Bagi 60 penarik becak kayuh yang terdaftar, program ini adalah sejarah. Di usia senja dengan fisik yang mulai rentan, jaminan kematian menjadi satu-satunya warisan yang bisa mereka janjikan kepada keluarga. Namun bagi 10.000 driver ojol yang mobilitasnya sangat tinggi, jaminan ini hanyalah satu kepingan dari puzzle kesejahteraan yang lebih besar.