metro story

Membongkar Dapur DC Pinjol: Mengapa Mereka Hobi Membuat Cerita Fiksi dan Dongeng di Grup-grup FB Batam dan Kota Lainnya?

9
×

Membongkar Dapur DC Pinjol: Mengapa Mereka Hobi Membuat Cerita Fiksi dan Dongeng di Grup-grup FB Batam dan Kota Lainnya?

Share this article

Di balik riuhnya postingan "siapa paling salah" di grup-grup Facebook Batam, ada rahasia gelap yang jarang diketahui publik. Bukan tentang fakta lapangan, melainkan "dongeng" fiksi yang disusun rapi oleh para debt collector (DC) pinjol untuk membunuh karakter korbannya. Dari drama perselingkuhan yang bikin emosi hingga laporan palsu yang menjebak petugas pemadam kebakaran, kreativitas negatif para penagih ini sudah di luar nalar. Bagaimana sebenarnya cara kerja "dapur" mereka dalam meramu fitnah yang bisa menghancurkan hidup seseorang dalam sekejap?

Ilustrasi akun anonim di Facebook sedang menyebarkan postingan fitnah terhadap nasabah pinjol
Ilustrasi akun anonim di Facebook sedang menyebarkan postingan fitnah terhadap nasabah pinjol. (Foto: AI)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam– Pernahkah Anda melihat postingan viral di grup Facebook (FB) Batam yang menuduh seseorang berselingkuh, melarikan uang perusahaan, hingga menelantarkan anak istri? Jangan langsung percaya.

Di balik narasi “panas” tersebut, sering kali tersembunyi tangan dingin oknum debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) yang sedang menjalankan misi penghancuran karakter.

Fenomena ini bukan lagi sekadar penagihan utang biasa, melainkan sebuah metode sistematis yang sengaja diciptakan untuk menciptakan tekanan sosial maksimal. Mengapa mereka lebih memilih membuat “dongeng” fiksi daripada menagih secara formal? Redaksi Gudangberita.co.id mencoba membedah taktik kotor ini.

BACA JUGA:  Dugaan Pemerasan Turis Singapura di Pelabuhan Batam, Oknum Imigrasi Diperiksa Intensif dan Terancam Sanksi Disiplin

Tujuan utama para DC menggunakan cerita fiksi seperti perselingkuhan atau penggelapan gaji karyawan adalah untuk memancing amarah netizen. Mereka paham betul psikologi warga medsos yang gemar menghujat tanpa verifikasi.

Dengan menggunakan akun anonim, DC menyebar foto korban beserta anggota keluarganya ke grup-grup besar. Saat netizen mulai memberikan sumpah serapah di kolom komentar, di situlah DC merasa menang.

BACA JUGA:  Tega! Pedagang Nasi Padang di Batam Kena Tipu: Sudah Pesan 4 Bungkus, Lauk di Etalase Juga Digasak ke Saku

Harapannya, korban yang sudah hancur nama baiknya akan merasa terpojok secara mental dan terpaksa membayar utang demi menghentikan kegaduhan tersebut.