Wajahnya biasa saja, jauh dari kesan rupawan. Namun, di balik perawakan sederhananya sebagai teknisi elektronik, Zakaria alias Jaka (43) menyimpan daya pikat yang ganjil sekaligus mematikan. Pria kelahiran 1982 ini seolah memiliki magnet bagi para wanita, meski sejarah hidupnya ditulis dengan tinta darah dan air mata.
Penemuan jasad seorang wanita tanpa busana yang terkubur dangkal di belakang rumah kontrakan Simpang Setajam, Jalan Kartini, Dabo Singkep, Selasa (28/4/2026), menjadi babak terbaru dari petualangan asmara Jaka yang berakhir tragis.
Banyak yang bertanya, bagaimana pria dengan rekam jejak kelam ini bisa terus memikat hati wanita? Kakak kandung Jaka, Nanang, mengakui bahwa adiknya adalah sosok yang seolah tak pernah absen dari pendamping wanita. Hingga saat ini, tercatat ada enam wanita yang pernah masuk dalam lingkaran hidup Jaka.
Namun, cinta Jaka adalah cinta yang mencekik. Ia dikenal sangat posesif. Di mata tetangga, Jaka adalah suami yang tampak sangat menyayangi, namun tak membiarkan istrinya melangkah keluar rumah tanpa pengawasannya.
“Istrinya itu kalau keluar harus dengan Jaka. Kalau tidak, ya di rumah saja,” kenang seorang warga. Sifat protektif ini rupanya menjadi tirai yang menutupi api cemburu yang mudah meledak.
Misteri Dua Nama: Fitri atau Diana?
Tragedi di Setajam ini menyisakan teka-teki identitas yang pelik. Di Kijang, Bintan, ia dikenal sebagai Safitri Yana alias Fitri, gadis yatim piatu yang santun dan gemar menyanyi. Namun, saat pindah ke Dabo Singkep mengikuti Jaka, identitasnya berganti menjadi Diana.












