Kegilaan ini tidak berhenti di layar smartphone. Di beberapa wilayah seperti Sleman, Yogyakarta, oknum DC bahkan nekat membuat laporan darurat palsu kepada petugas ambulans relawan dan Pemadam Kebakaran (Damkar).
Modusnya sangat licik: petugas dipaksa datang ke rumah debitur dengan alasan ada kebakaran atau kondisi medis darurat. Saat petugas tiba, DC muncul di belakang mereka untuk melakukan penagihan di depan kerumunan warga. Taktik “jebakan” ini jelas sangat membahayakan nyawa karena mengalihkan petugas penyelamat dari fungsi yang sebenarnya.
Sejumlah postingan drama yang dibuat DC sering kali menyeret orang-orang tidak bersalah, termasuk anak-anak dan istri nasabah. Foto-foto pribadi diambil dari profil media sosial korban, lalu disandingkan dengan narasi bohong yang memicu penghakiman massa.
“Ini adalah bentuk kejahatan yang benar-benar mengerikan. Pelaku seperti ini yang seharusnya mendapatkan hukuman seberat-beratnya karena memfitnah lebih kejam dari pembunuhan karakter,” tulis salah satu netizen fanpage FB gudangberita dalam diskusinya mengenai teror pinjol, Senin (27/4/2026).
Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada dan tidak sembarangan menggunakan layanan pinjol yang tidak terdaftar di OJK. Jika Anda atau keluarga menjadi korban spill ngeri atau fitnah oleh akun anonim:











