Gudangberita.co.id, Batam – Krisis pasokan air bersih akibat kebocoran pipa utama diameter 800 mm milik PT Air Batam Hilir (ABH) di depan Batamindo, Muka Kuning, memicu situasi memprihatinkan di pemukiman warga.
Di Perumahan Gesya Eternal Marina, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, ketiadaan aliran air membuat warga sempat kesulitan memandikan dua jenazah warga lokal yang meninggal dunia pada Sabtu (29/8/2026).
Meskipun ABH telah mengumumkan penyelesaian perbaikan pipa pada Sabtu pukul 14.45 WIB, dampak penghentian suplai air masih dirasakan hingga Sabtu malam.
Buk RT 02/RW 08 Perumahan Gesya Eternal Marina, Zuleha Asni, mengungkapkan bahwa dua warga di perumahannya meninggal dunia pada waktu yang hampir bersamaan, yakni di Blok C sekitar pukul 02.00 WIB dan di Blok A sekitar pukul 05.00 WIB. Keduanya sempat tertunda proses pemandian jenazah karena nihilnya pasokan air.

“Warga di sini sangat kesulitan memandikan jenazah karena air mati total. Akhirnya kami berinisiatif swadaya menyewa mobil pikap dan membawa dua tandon untuk mengambil air ke lokasi penampungan di Sei Harapan demi menyucikan kedua jenazah. Satu rumah duka dua tandon air,” ungkap Zuleha saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026) malam.














