Kuatnya arus di Jembatan 1 atau Jembatan Tengku Fisabillillah itu tampak saat kapal-kapal kecil seperti pompong dari pulau-pulau sekitar yang melintas di bawah jembatan ini. Ketika melawan arus, haluannya akan tampak terangkat.
Dirukiah, konon ada aura negatif

Namun ada hal menarik baru-baru ini, Jembatan Barelang dirukiah. Candra P Pusponegoro, pemilik Yayasan An Nubuwwah, seorang terapist bekam sekaligus perukiah tergerak hatinya untuk merukiah Jembatan Barelang.
Candra mengatakan, rukiah berasal dari bahasa Arab. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut exorcism. Yakni sebuah metode pengobatan dan penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit.
Sakit yang dimaksud akibat sihir, gangguan makhluk halus atau hal-hal bersifat spiritual lainnya yang tidak terdeteksi medis lainnya.
Namun metode rukiah ternyata punya makna yang lebih luas. Karena dikatakan Candra, dalam syariat Islam, rukiah adalah pembacaan ayat-ayat Al Qur’an dan berdoa.
“Yaitu berdoa khusus memohon dan meminta pertolongan Allah untuk pengobatan atau pencegahan suatu bencana atau penyakit jasmani dan rohani,” ucapnya.
Melakukan rukiah di Jembatan Barelang, ternyata punya alasan tersendiri bagi Candra. Ia mengatakan, sepanjang tahun 2020-2024, banyak pasien rukiahnya punya cerita soal Jembatan Barelang. Kebanyakan memang mereka mengalami depresi dan halusinasi.












