PT BIB juga telah menyiapkan pengamanan ekstra dengan sistem pemeriksaan ketat terhadap jemaah dan barang bawaan, penyesuaian slot time penerbangan, hingga kesiapan operasional bandara 24 jam jika diperlukan.
Mengantisipasi keadaan darurat seperti cuaca ekstrem atau keterlambatan penerbangan, PT BIB telah menyusun Contingency Plan terintegrasi. Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan pihak maskapai Saudia Airlines, maskapai domestik seperti Citilink, Lion Air, dan Sriwijaya Air, serta instansi terkait seperti Kementerian Agama, Badan Karantina, Bea Cukai, dan Imigrasi.
“Semua pihak berkomitmen memastikan proses embarkasi dan debarkasi jemaah berjalan sesuai standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan yang ditetapkan,” tambah Pikri.
Distribusi Calon Jemaah Haji 2025 dari Embarkasi Hang Nadim:
- Kepulauan Riau: 1.291 jemaah
- Pontianak: 2.519 jemaah
- Riau: 5.047 jemaah
- Jambi: 2.909 jemaah
Sebanyak 81 petugas kloter juga telah disiapkan untuk mendampingi jemaah selama perjalanan.
Sebagai embarkasi strategis, Bandara Hang Nadim menunjukkan kesiapannya tidak hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga dari sisi pelayanan prima dan protokol keamanan modern.
PT BIB menegaskan, dukungan penuh akan terus diberikan demi kesuksesan penyelenggaraan Angkutan Haji 2025.











