Ingin cari uang untuk biaya sekolah adik dan renovasi makam ibu
Fakta persidangan menampilkan jika Fahrizal nekat menjadi kurir sabu karena sedang butuh uang
Awal Agustus 2023, Fahrizal bertemu dengan Edi (DPO), dan ia bercerita sedang mencari pekerjaan
“Ada tidak kerjaan untuk saya, karena orang di kampung butuh uang, untuk biaya adek sekolah dan renovasi makam ibu,” kata Fahrizal kepada Edi.
Kata-kata ini merupakan isi dari BAP yang dipaparkan dalam persidangan sebelumnya.
Edi menawarkan pekerjaan menjadi kurir sabu. Ia juga sudah mewanti Fahrizal jika resikonya sangat besar.
Fahrizal bahkan butuh waktu tiga hari berpikir sebelum memutuskan mengambil pekerjaan menjadi kurir sabu
Edi kemudian menghubungkan Fahrizal dengan bandar sabu asal Malaysia. Sejumlah instruksi ia lakukan untuk menjadi kurir sabu tersebut.
Mulai dari mencari mobil, menuju Pelabuhan Sagulung dan berhubungan dengan tekong kapal yang mengangkut sabu tersebut.
Usai menerima barang dari tekong, hanya beberapa saat ia diringkus Satresnarkoba Polresta Barelang.
Fahrizal tertangkap tangan membawa dua tas ransel berisi 40 paket narkoba sabu yang dibungkus.
Fahrizal sebelumnya akan membawa narkoba itu ke Jakarta untuk diserahkan ke pembeli (Geraldi) yang sudah diperintahkan oleh bandar narkoba Malaysia itu.













