BatamPeristiwaZona Headline

“Aku Merasakan Ada yang Berubah,” Curhat Pilu Sahabat Kenang Makan Siang Terakhir Bersama Vita Sebelum Tragedi Batu Ampar

556
×

“Aku Merasakan Ada yang Berubah,” Curhat Pilu Sahabat Kenang Makan Siang Terakhir Bersama Vita Sebelum Tragedi Batu Ampar

Share this article

Momen makan siang terakhir, curhatan pilu sahabat ungkap detik-detik sebelum Vita dan Ibu Ijah berpulang selamanya

Jenazah ibu ijah dan vita korban kecelakaan batu ampar.
Jenazah Ibu Ijah dan Vita saat disemayamkan di rumah duka, Sabtu (11/4/2026) malam. Keduanya korban kecelakaan tragis di Batu Ampar.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Di balik kebisingan klakson dan deru mesin kontainer yang memadati jalur logistik Batu Ampar, terselip sebuah kisah perpisahan yang menyayat hati. Tragedi kecelakaan maut pada Sabtu (11/4/2026) siang yang merenggut nyawa Ibu Azizah (Ibu Ijah) dan putrinya, Elvita (Vita), menyisakan duka mendalam bagi para sahabat yang merasa telah mendapat “isyarat” sebelum maut menjemput.

BACA JUGA:  UWT Batam Jadi Momok: LIRA Batam Tuding BP Batam 'Napas' dari Keringat Rakyat

Vania, salah satu sahabat dekat Vita, mencurahkan kesedihannya yang luar biasa melalui kolom komentar di media sosial. Bagi Vania, kepergian Vita bukan sekadar berita kecelakaan biasa, melainkan patah hati yang teramat dalam karena baru saja mereka menghabiskan waktu bersama.

Dalam curhatan pilunya, Vania mengenang momen dua hari sebelum kejadian tragis itu. Mereka masih sempat bertemu, duduk bersama, dan menikmati makan siang dengan penuh tawa. Tak ada yang menyangka bahwa pertemuan di meja makan tersebut adalah kali terakhir ia bisa melihat senyum sahabatnya itu.

BACA JUGA:  Kualitas Pembangunan Kepri 2025: Mengapa Tanjungpinang Bisa Melampaui Batam?

“Vita, selamat jalan ya kawan. Baru dua hari yang lalu kita makan bersama. Ternyata itu makan bersama kita untuk terakhir kalinya,” tulis Vania dengan nada penuh sesal dan duka.

Lebih jauh, Vania mengakui adanya sebuah perasaan janggal dalam beberapa pekan terakhir. Ia merasa ada perubahan perilaku pada diri Vita, sebuah firasat yang baru ia sadari maknanya setelah mendengar kabar duka dari simpang Pelabuhan Batu Ampar.