BatamEkonomiZona Headline

Ex Officio BP Batam Dikritik KADIN: Solusi atau Beban Baru?

726
×

Ex Officio BP Batam Dikritik KADIN: Solusi atau Beban Baru?

Share this article
Kadin Batam melakukan pertemuan dengan Kementerian Perekonomian terkait kondisi dunia usaha di Batam sekaligus evaluasi kebijakan ex officio Kepala BP Batam. (Foto: ist)
banner 468x60

Dimana, kondisi ini pun membuat Muhammad Rudi untuk terus berkomitmen menjalankan amanat pemerintah pusat.

“Sebagaimana yang sering disampaikan Kepala BP Batam, pemerintah punya satu niat bagaimana ekonomi berubah. Kebijakan yang diambil pun akan elalu memperhatikan masyarakat,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Jumat (6/10/2023).

Menurut Ariastuty, sinergi antara Pemko dan BP Batam dalam mengawal percepatan pembangunan kota tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Atasi Kemacetan Bengkong, Pemko Batam Rencanakan Pelebaran Jembatan Golden Prawn di 2027

“Karena keputusan Ex-Officio, proses pengambilan keputusan menjadi mudah dan tak ada perdebatan. Ini sangat penting dalam memberikan kemudahan perizinan bagi investor,” pungkasnya.

Keberlanjutan ex officio dipertanyakan pengusaha

Hal ini tentu menarik untuk diulas. Di satu sisi pengusaha melaui Kadin Batam justru mengaku tidak puas dengan kebijakan ex officio BP Batam.

BACA JUGA:  Misteri Perusakan 300 Pohon Jati Emas Batam Terungkap: Pelaku Ditangkap di Hutan Duriangkang

Keberlanjutan sistem ex officio menjadi pertanyaan besar bagi pelaku usaha di Batam. Apakah kebijakan ini benar-benar mampu menjawab tantangan dualisme otoritas atau justru menjadi hambatan baru?

Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memberikan solusi konkret demi kemajuan ekonomi Batam yang lebih kompetitif.