Di tengah hujan yang mengguyur kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, seorang orator mahasiswa menyuarakan kegelisahannya terhadap kebijakan pemerintah.
“Akibat kebijakan pemerintah, ada anak yang terpaksa putus kuliah karena orang tuanya di-PHK. Derasnya hujan sore ini adalah tanda derasnya tangisan petani dan nelayan yang digusur akibat proyek strategis nasional,” serunya lantang.
Sarah, mahasiswa dari UPN Veteran Jakarta, juga menyampaikan keresahannya. Ia menyoroti pemotongan dana pendidikan yang besar, sementara anggarannya tidak jelas peruntukannya.
“Ada penambahan staf khusus hanya karena kedekatan dengan presiden. Lalu, kebijakan elpiji 3kg yang justru membuat masyarakat miskin semakin sengsara. Kami tidak bisa diam melihat ketidakadilan ini,” tegasnya.
Pengamanan Ketat: Ribuan Personel Diterjunkan
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa sebanyak 1.623 personel dikerahkan untuk mengamankan aksi ini. Petugas disebar di sekitar Bundaran Patung Kuda Monas hingga Istana Negara. Penutupan jalan dengan beton dilakukan untuk menghalangi massa aksi mencapai titik utama demonstrasi.
Susatyo menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Jika jumlah massa meningkat dan eskalasi memanas, arus lalu lintas ke Istana Negara akan dialihkan guna menghindari kemacetan dan potensi konflik.













