NasionalPerspektifZona Headline

Mengapa Publik Kaget? Menilik Kebijakan Baru Prabowo

1193
×

Mengapa Publik Kaget? Menilik Kebijakan Baru Prabowo

Share this article
Massa mahasiswa pengunjuk rasa mengusung poster yang mengritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). (Foto: BBC)
banner 468x60

AKSI demonstrasi bertajuk ‘Indonesia Gelap’ yang berlangsung di berbagai daerah menjadi bukti bahwa masyarakat tengah merespons kebijakan-kebijakan baru yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Gelombang protes yang melibatkan aliansi mahasiswa, masyarakat sipil, hingga serikat buruh menyoroti berbagai isu, mulai dari pendidikan gratis hingga evaluasi program makan bergizi gratis (MBG). Namun, di balik hiruk-pikuk unjuk rasa, ada pertanyaan besar yang muncul: apakah ini bentuk ketidakpuasan yang nyata atau hanya efek dari kekagetan terhadap perubahan?

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menilai bahwa aksi demonstrasi ini merupakan reaksi yang berlebihan. Menurutnya, banyak pihak yang belum terbiasa dengan langkah-langkah efisiensi anggaran yang diambil oleh pemerintah.

“Yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang ini baru tahap awal, sehingga menimbulkan kekagetan, dan seringkali reaksinya berlebihan dan kontraproduktif,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah

Salah satu kebijakan yang mengundang reaksi adalah penghematan anggaran sebesar Rp306,69 triliun dari kementerian/lembaga dan dana transfer daerah. Kebijakan ini bukan hanya mengejutkan masyarakat, tetapi juga internal birokrasi pemerintahan sendiri.