Petugas yang tiba di lokasi kejadian menemukan satu unit sepeda motor jenis matik milik korban. Di dalam bagasi atau sekitar kendaraan, ditemukan juga kartu identitas (SIM) atas nama Nusyirwan. Barang bukti ini langsung diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor Galang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Laporan kejadian membahayakan manusia ini baru masuk ke Basarnas pada pukul 11:55 WIB, yang segera direspon dengan pengerahan personel penyelamat.
Merespons situasi darurat tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Batam langsung meluncur ke lokasi pada pukul 12:10 WIB. Sebanyak enam personel diterjunkan dengan membawa peralatan tempur lengkap, termasuk Rescue Car Tipe II dan rubber boat.
Untuk menembus dalamnya perairan Barelang, tim juga mengandalkan Aquaeye, alat deteksi bawah air yang mampu memindai objek manusia di dasar laut. “Tim dibekali alat komunikasi dan perlengkapan medis darurat. Fokus utama adalah penyisiran di titik koordinat jatuhnya korban,” tambah laporan tersebut.
Pencarian Nusyirwan melibatkan kekuatan gabungan dari Ditpolairud Polda Kepri, Satpolair Polresta Barelang, Polsek Galang, Pos TNI AL Galang, hingga relawan dari ORARI dan nelayan setempat.
Meskipun arus bawah laut Jembatan Barelang dikenal cukup ekstrem, tim gabungan terus berupaya melakukan penyisiran sebelum hari gelap. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan masih dalam pantauan ketat tim penyelamat guna menjamin keselamatan operasi SAR.













