Di PDIP, kariernya terus melejit. Hasto menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal sejak 2009 sebelum akhirnya menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Sekjen pada 2014. Ia juga menjadi salah satu figur penting dalam kampanye Pilpres 2014 yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pada Kongres V PDIP di Bali pada 2019, Hasto kembali dipercaya menjabat sebagai Sekjen untuk periode kedua (2019-2024). Namun, perjalanan politiknya kini tercoreng oleh dugaan keterlibatan dalam kasus suap.
Rangkaian Dugaan Suap PAW
Kasus ini bermula saat Harun Masiku, caleg PDIP yang hanya memperoleh 5.878 suara di Pileg 2019, gagal merebut kursi DPR dari Riezky Aprilia yang mendapat 44.402 suara. Namun, Harun tetap diupayakan untuk menggantikan Nazarudin Kiemas, caleg PDIP lainnya yang meninggal dunia.
Setyo mengungkapkan, Hasto secara aktif mencoba memengaruhi Riezky agar mundur dari jabatannya sebagai caleg terpilih. “Namun, upaya tersebut ditolak mentah-mentah oleh Riezky Aprilia,” ujarnya.
Dugaan suap kepada Wahyu Setiawan dan pihak terkait menjadi langkah terakhir untuk memastikan Harun dapat duduk di kursi DPR. Kasus ini menjadi sorotan lantaran Harun Masiku hingga kini masih buron.













