“Aku juga sudah merasakan ada yang berubah beberapa minggu ini darimu. Tapi aku tidak kepikiran akan seperti ini jadinya,” ungkapnya.
Kisah hidup keluarga ini memang sarat perjuangan. Berdasarkan data kependudukan, Ibu Ijah merupakan seorang janda yang telah lama ditinggal wafat oleh suaminya.
Niat Ibu Ijah siang itu sangat sederhana; ia ingin memastikan putrinya sampai dengan aman untuk bekerja di kawasan Harbour Bay. Namun, aspal licin sisa hujan dan besarnya dimensi truk kontainer di Jalan Duyung menjadi penghalang mimpi mereka.
Ibu Ijah meninggal di lokasi kejadian, sementara Vita sempat berjuang di ambulans sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir, menyusul sang ayah dan ibu tercinta.
Suasana haru menyelimuti kediaman korban di Tanjung Sengkuang, tepatnya di Jalan Kolam Pancing, Blok B3. Jenazah ibu dan anak ini telah dikebumikan pada Sabtu malam, diiringi isak tangis keluarga dan kerabat yang tak percaya keduanya pergi begitu cepat.
Di lokasi kejadian, sisa-sisa bodi motor Honda Beat milik korban dan dedaunan hijau yang sempat menutupi raga mereka masih menjadi saksi bisu.













