BatamZona Headline

BP Batam Sebut 4 Tokoh LAM Diajak Negosiasi Terkait Relokasi Rempang

211
×

BP Batam Sebut 4 Tokoh LAM Diajak Negosiasi Terkait Relokasi Rempang

Share this article
Anggota Ombudsman Johanes Widijantoro. Kanan: Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam Sudirman Saad. (detikom)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – BP Batam akan melakukan negosiasi terkait polemik Rempang Eco City. Dalam negosiasi ini, BP Batam menyebut akan menggandeng sejumlah tokoh adat melayu.

Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam Sudirman Saad mengatakan akan melibatkan 4 tokoh dari lembaga adat melayu. Di lahan 2.370 hektare itu, kata Sudirman terdapat 961 KK yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

BACA JUGA:  Batam Kota Mentereng Mobilitas Tinggi, IKD Diminta Nggak Cuma Jadi Formalitas Di-Aktivasi

“961 KK ini yang akan kita negosiasi, dan tim negosiasi yang disebut tim terpadu sesuai Perpres 78 itu melibatkan 4 tokoh dari lembaga adat Melayu. Kita harapkan 4 tokoh dari adat Melayu ini bisa menjembatani komunikasi dengan warga supaya bisa lebih dipahami tujuan dari pengembangan ini,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2024).

BACA JUGA:  PK NTT Batam Gelar Penggalangan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Gempa Flores, Terjunkan Ratusan Relawan di 8 Simpang Jalan

Sudirman menyebut, pecahnya konflik agraria di Rempang, Batam mengganggu jalannya investasi tahap pertama Xinyi Group sebesar Rp 174 triliun. Adapun total investasi Xinyi diproyeksi menyentuh Rp 381 triliun hingga tahun 2080.

Tahun lalu warga yang menolak direlokasi terlibat bentrok dengan aparat TNI Polri. Kini, kata dia, investasi yang awalnya direncanakan berjalan Januari 2024 harus tertunda. BP Batam sendiri diberi waktu 6 bulan pada 2024 untuk menyelesaikan persoalan ini.

BACA JUGA:  Rayakan Merdeka di Laut: Warga Bulang Adu Cepat Perahu, Artis Malaysia Jadi Pemandu Sorak