BatamZona Headline

BP Batam Sebut 4 Tokoh LAM Diajak Negosiasi Terkait Relokasi Rempang

206
×

BP Batam Sebut 4 Tokoh LAM Diajak Negosiasi Terkait Relokasi Rempang

Share this article
Anggota Ombudsman Johanes Widijantoro. Kanan: Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam Sudirman Saad. (detikom)
banner 468x60

“Sebetulnya rencana awal realisasi investasi tahap satu di Januari ini, tapi karena ada resistensi atau konflik di awal membuat dia delay. Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian, kita diberi waktu 6 bulan di tahun ini untuk melakukan nego dengan warga supaya investasi bisa tetap tahun ini,” katanya.

Menurutnya pemerintah menargetkan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini harus terealisasi di 2024. Adapun dari total 17.600 hektare lahan Rempang Eco City, luas yang benar-benar akan dikembangkan adalah 8.000 hektare. Sementara di tahap pertama lahan yang akan digarap seluas 2.370 hektare.

BACA JUGA:  Hutan Lindung Waduk Nongsa Sengaja Dibakar? Modus Klasik Okupansi Lahan Ilegal Terendus Lagi

“Karena ini kebijakan pemerintah ini PSN harus mulai ada realisasi 2024, tidak boleh ada delay lewat 2024. Tidak berarti dipaksakan, bertahap tentunya dari 8.000 hektare kita mulai di 2.370 hektare,” bebernya.

Meski ada konflik, Sudirman memastikan tidak ada pernyataan investor akan mundur. Hanya saja ia mengakui ada komunikasi yang kurang lancar dengan masyarakat.

BACA JUGA:  Karimun Lagi Wangi! Investasi Rp21 Triliun Bikin Bupati Iskandarsyah 'Gercep' ke Kemenko

Sudirman lalu membantah anggapan yang menyebut pemerintah melakukan penggusuran kepada warga pada konflik tahun lalu. Menurutnya, saat itu pemerintah hanya melakukan pematokan batas hutan.