“Kami mengimbau agar pelanggan yang terdampak dapat melakukan flushing (menguras saluran sistem air) secara mandiri dengan membuka keran air selama beberapa saat,” lanjut Tuty.
Masyarakat disarankan membiarkan air mengalir sampai sisa lumpur keluar seluruhnya dan aliran air kembali jernih. Setelah air dipastikan bersih, barulah air tersebut aman untuk ditampung dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menutup keterangannya, BP Batam mengapresiasi sikap kooperatif warga Tiban yang memahami situasi pemeliharaan infrastruktur ini. “Kami turut mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” pungkasnya.













