Jejak Pemain Lama di Batam
Informasi lain menyebutkan, beras tersebut diduga berasal dari Vietnam dan Thailand. Meski Batam berstatus kawasan perdagangan bebas, kondisi ini kerap dimanfaatkan sindikat untuk menyelundupkan komoditas.
Nama-nama pemain lama pun kembali muncul. Disebutkan, jaringan lama yang dulu dikendalikan AK kini diteruskan oleh anaknya BD, sementara distribusi ke luar Batam dikendalikan A, BS, dan W. Herry membenarkan nama-nama itu dan mendesak aparat segera bertindak.
“Kita minta aparat bertindak tegas soal aktivitas gelap di pelabuhan tikus Sekupang ini, serta membongkar praktik impor beras ilegal di Batam,” tegasnya.
Masuknya beras impor ilegal ini tentunya tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan nasional.
Jika benar beras dari Vietnam dan Thailand masuk tanpa izin, maka pasar dalam negeri dapat terguncang, sementara petani lokal terancam kehilangan daya saing.
Publik menunggu langkah aparat. Apakah dugaan penyelundupan beras di Batam ini akan terbongkar hingga ke aktor utama? Ataukah kembali tenggelam dalam diamnya birokrasi?












