Menanggapi keluhan tersebut, Ria Saptarika menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya mendengar laporan permukaan. Ia meminta warga memberikan rincian titik-titik krusial yang selama ini menjadi pusat masalah.
“Kami butuh informasi yang konkret dari masyarakat. Apa yang dirasakan langsung di lapangan akan menjadi dasar untuk mendorong solusi yang lebih tepat,” ujar Ria.
Ia juga menekankan tiga poin penting untuk menyelesaikan masalah di Tiban:
Sinergi Instansi: Kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam dan instansi teknis terkait.
Perencanaan Terpadu: Perbaikan drainase tidak boleh parsial, harus menyeluruh agar air tidak sekadar berpindah tempat.
Keselamatan Jalan: Penataan ulang manajemen lalu lintas di Simpang Tiban Center untuk menekan angka kecelakaan.
Sebagai wakil daerah di tingkat pusat, Ria memastikan akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait. Targetnya adalah penanganan komprehensif agar warga Tiban tidak lagi merasa was-was setiap kali hujan turun atau saat melintasi simpang tersebut.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan dana operasional untuk Masjid Al Muhajirin sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat setempat.








