Wajar memang, jika mereka khawatir dengan kondisi tersebut. Ibarat customer yang sangsi dijanjikan sesuatu yang belum ada oleh seorang marketing bisni
“Tipe rumah dan lokasi saja yang dijanjikan, sekarang dimana? tempatnya dimana? berganti-ganti, sekalinya disebut di Dapur 3, sekarang di Tanjungbanon. Waktu kami ke Tanjungbanon masyarakat di sana juga tidak tahu. Soalnya tidak ada sama sekali sosialisasi dari pemimpin dari pihak apapun. Sedangkan masyarakat Tanjungbanon sendiri juga mau digeser, kan mereka diminta daftar relokasi. Ini kan lucu,” ucapnya.













