Awalnya demo akan dipimpin oleh Aliansi Pemuda Melayu (APM). Namun secara mengejutkan, APM menyatakan membatalkan aksi malam sebelum hari H.
APM bernegosiasi dengan Polresta Barelang terkait pembebasan sejumlah pemuda yang ditahan. Mereka juga mempertimbangkan potensi kerusuhan dalam demo itu.
Ketua APM, Dian Arniandi Pian mengatakan jika aksi demo masih terjadi, maka itu di luar koordinasi mereka. Mereka meyakinkan jika pembebasan para pemuda yang ditahan cukup pogresif.
Hanya saja saat itu, warga dari seantero Kepri dan dari sejumlah lokasi sudah siap berdemo. Aksi itu sudah kadung disuarakan. Aksi itu akhirnya diambil alih oleh Koordinator Laskar Pembela Marwah Melayu, Fachrul Ansori.
Pembatalan demo
Pada 10 September 2023, beredar sebuah video yang menampilkan Fachrul Ansori alias Ori menyerukan kepada masyarakat untuk tetap melakukan aksi di depan kantor BP Batam pada tanggal 11 September 2023.
Selain video yang beredar tersebut, di tanggal yang sama pada sekira pukul 20.00 – 22.00 WIB juga telah dilaksanakan rapat yang membahas mengenai aksi bela marwah melayu terhadap 16 titik kampung tua yang berada di Rempang Galang.
Dalam sebuah rapat di Gedung Lembaga Adat Melayu Kota Batam, Bang Long ikut serta di dalamnya.













