Ia mengingatkan jamaah untuk memperbanyak istigfar dan lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kekeringan yang terjadi bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan pengingat bagi manusia untuk meningkatkan ketakwaan dan menjaga ekosistem.
Berdasarkan data terbaru, tingginya intensitas panas menyebabkan laju penguapan air waduk meningkat tajam, sementara resapan air minim akibat nihilnya curah hujan. Kondisi ini memaksa Pemko Batam dan BP Batam mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat.
Warga diimbau untuk:
Bijak Menggunakan Air: Memprioritaskan kebutuhan utama rumah tangga.
Stop Bakar Lahan: Dilarang keras membakar sampah atau lahan secara sembarangan karena potensi Karhutla yang sangat tinggi.
Waspada Titik Api: Segera melapor jika menemukan indikasi munculnya api di lingkungan sekitar.
Pemerintah berharap kombinasi antara ikhtiar doa bersama dan manajemen air yang ketat dapat menjaga stabilitas ketahanan air di Batam hingga musim penghujan tiba.













