Gudangberita.co.id, Batam – Pemilihan legislatif menjadi ajang menarik simpati masyarakat. Selain itu juga sebagai adu gengsi antar caleg di tengah masyarakat. Namun kesehatan jiwa para caleg juga menjadi perhatian praktisi kesehatan.
Tak bisa dipungkiri, sejumlah calon yang gagal terpilih membutuhkan penanganan tertentu berkenaan dengan kondisi mentalnya.
Hal itu diungkapkan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ. Menurutnya, kasus masalah kesehatan mental cenderung meningkat pasca momen pemilihan calon legislatif. Tak hanya pada orang-orang yang gagal terpilih, melainkan juga pada keluarga dan pendukung calon yang bersangkutan.
“After Pemilu masalah kesehatan jiwa itu ada. Meningkat dari yang pertama kalau dia gagal ada, dia mengeluarkan banyak uang, mungkin materi tidak berhasil, ekspektasi tidak terpenuhi sehingga mengalami gangguan cemas. Gangguan tidur, kecemasan, kemudian panik, ada depresi, stres itu bisa terjadi,” ungkapnya dalam diskusi pada Jumat (15/12/2023).
“Sehingga penanganan sederhana, pengobatan ringan, atau obat-obat yang membantu tidur atau psikoterapi sehingga dia bisa curhat, itu cukup membantu. Tetapi ternyata bukan cuma calonnya saja. Tim suksesnua, keluarganya, itu ada juga,” sambungnya.













