Gudangberita.co.id, Batam — Aksi penggusuran lahan warga di kawasan Pantai Melayu, Kampung Kalat, Pulau Rempang, kembali memicu ketegangan pada Kamis (13/8/2026).
Tim terpadu yang mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan buldoser mendapat penolakan keras dari warga setempat.
Berdasarkan laporan akun X Trend Asia, situasi di lokasi berlangsung mencekam. Selain diwarnai bentrokan fisik antara warga sipil tak bersenjata dengan aparat, proses penggusuran juga diwarnai insiden matinya aliran listrik dan gangguan sinyal komunikasi.

Seorang ibu bahkan dikabarkan pingsan di tengah ricuhnya aksi penolakan tersebut. “Lahan ini belum kami lepaskan dan masih menjadi ruang hidup kami. Persoalan tanah tidak boleh diselesaikan secara sepihak tanpa musyawarah yang layak,” tegas salah satu perwakilan warga.

Masyarakat Rempang menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, melainkan menolak perampokan hak hidup dan tanah sejarah secara sepihak. Mereka melayangkan lima tuntutan utama kepada pemerintah:
Hentikan Penggusuran: Menghentikan sementara seluruh aktivitas penggusuran di lahan warga yang belum dilepaskan.
Transparansi Legalitas: Memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar hukum penggusuran.













