BatamZona Headline

Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

153
×

Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Share this article
Potret seorang ibu-ibu warga Rempang saat melakukan penolakan penggusuran lahan tempat tinggal mereka, Kamis (13/8/2026).
Potret seorang ibu-ibu warga Rempang saat melakukan penolakan penggusuran lahan tempat tinggal mereka, Kamis (13/8/2026).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Aksi penggusuran lahan warga di kawasan Pantai Melayu, Kampung Kalat, Pulau Rempang, kembali memicu ketegangan pada Kamis (13/8/2026).

Tim terpadu yang mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan buldoser mendapat penolakan keras dari warga setempat.

Baca juga: BP Batam Beri Klarifikasi Terkait Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang

BACA JUGA:  Sinergi Batam-Tangsel, Saat Birokrasi Bertemu Momen Hangat Ibu dan Anak

Berdasarkan laporan akun X Trend Asia, situasi di lokasi berlangsung mencekam. Selain diwarnai bentrokan fisik antara warga sipil tak bersenjata dengan aparat, proses penggusuran juga diwarnai insiden matinya aliran listrik dan gangguan sinyal komunikasi.

Warga sempat ribut dengan tim terpadu. (X Trend Asia)

Seorang ibu bahkan dikabarkan pingsan di tengah ricuhnya aksi penolakan tersebut. “Lahan ini belum kami lepaskan dan masih menjadi ruang hidup kami. Persoalan tanah tidak boleh diselesaikan secara sepihak tanpa musyawarah yang layak,” tegas salah satu perwakilan warga.

BACA JUGA:  Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
Seorang warga mendapat perawatan usai kericuhan penolakan terhadap tim terpadu di Rempang.

Masyarakat Rempang menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, melainkan menolak perampokan hak hidup dan tanah sejarah secara sepihak. Mereka melayangkan lima tuntutan utama kepada pemerintah:

Hentikan Penggusuran: Menghentikan sementara seluruh aktivitas penggusuran di lahan warga yang belum dilepaskan.