BatamZona Headline

Kendala Pencarian Balita Hanyut di Tanjung Sengkuang: Ada Jeda 2 Jam Sebelum Dilaporkan

12
×

Kendala Pencarian Balita Hanyut di Tanjung Sengkuang: Ada Jeda 2 Jam Sebelum Dilaporkan

Share this article
Tim SAR Gabungan bersiap melakukan penyelaman untuk mencari balita hanyut di parit Tanjung Sengkuang Batam.
Tim SAR Gabungan bersiap melakukan penyelaman untuk mencari balita hanyut di parit Tanjung Sengkuang Batam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Operasi pencarian terhadap Ibas, balita berusia dua tahun yang hanyut terseret arus drainase di kawasan RW 12/RT 04, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, menghadapi kendala waktu yang cukup krusial.

Tim SAR Gabungan mengungkapkan adanya jeda waktu hingga dua jam dari jam kejadian hingga laporan resmi masuk ke petugas rescue.

Kepala Pos SAR Batam, Dedius, menjelaskan bahwa keterlambatan laporan ini menjadi tantangan berat dalam memaksimalkan Golden Time atau waktu emas penyelamatan korban di air. Ditambah lagi, kondisi air di hilir saat ini sedang mengalami pasang tinggi.

BACA JUGA:  Mantan Bupati Natuna Tertipu Rp3 Miliar oleh Makelar Politik, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan!

“Informasi yang kita terima, jeda antara kejadian dan laporan itu ada sekitar 2 jam. Ini menjadi kendala tersendiri di lapangan, terlebih saat ini kondisi air sedang pasang tinggi,” ujar Dedius di lokasi kejadian, Senin (22/6/2026) sore.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, insiden tragis ini bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, wilayah Tanjung Sengkuang sedang diguyur hujan lebat. Korban diketahui sedang bermain seluncuran di area depan rumahnya yang berada di kawasan dataran tinggi.

BACA JUGA:  Krisis Air Batam Kian Suram, PT Air Batam Hilir Didesak Angkat Kaki: Alasan Klasik Bakal Jadi Warisan Budaya?

Nahas, korban terpeleset dan langsung meluncur masuk ke dalam parit di bawahnya yang sedang dialiri arus air yang sangat pekat dan deras. Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat berupaya melakukan pencarian mandiri di sepanjang jalur aliran air, sebelum akhirnya anggota Tagana Kota Batam meneruskan laporan darurat ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang pada pukul 10.55 WIB.