Gudangberita.co.id, Batam – Sebanyak kurang lebih 1.500 pekerja dan relawan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam kini dibayangi kecemasan mendalam.
Mereka terancam kehilangan sumber pendapatan harian akibat adanya kebijakan baru dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang memotong hari operasional dapur.
Keresahan ini memicu ratusan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Relawan Pekerja Dapur MBG Kota Batam menggelar aksi damai dari kawasan Welcome To Batam menuju Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam, Sabtu (20/6/2026) pagi.
Koordinator aksi, Langga Husein, menjelaskan bahwa kecemasan para pekerja berakar dari dua kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh BGN, yaitu:
Pengurangan hari kerja dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Penghentian total operasional dapur MBG selama masa libur sekolah.
Bagi para pekerja yang mayoritas merupakan buruh harian, pengurangan hari kerja dan penutupan sementara ini berarti pemotongan langsung terhadap isi dompet mereka.
“Kurang lebih ada sekitar 1.500 pekerja yang terdampak jika dapur MBG ditutup. Apalagi dengan tidak beroperasionalnya saat ini, terlebih relawan yang berharap mendapatkan pemasukan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Langga di kawasan Batam Center.










