Gudangberita.co.id, Batam – Seruan “Sengkuang Kering!” menggema di jalanan Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kamis (22/1/2026), saat ratusan warga dari Kelurahan Tanjung Sengkuang, Tanjunguma, dan Batu Merah menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemenuhan hak dasar atas air bersih. Krisis suplai air yang telah berlangsung bertahun-tahun dinilai sebagai kegagalan serius pelayanan publik.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu didominasi kaum ibu atau emak-emak. Mereka membawa baskom, galon kosong, dan ember sebagai simbol keringnya keran air di rumah-rumah warga. Spanduk bertuliskan “Kami Butuh Air, Sengkuang Kering” dan “Daerah Sengkuang Hampir Setahun Air Nggak Hidup” dibentangkan sebagai bentuk protes terbuka kepada pemerintah kota dan pengelola air bersih.
Dalam orasinya, warga menyampaikan bahwa krisis air di Tanjung Sengkuang telah melampaui persoalan domestik. Oncu, warga RT 02/RW 012 Tanjung Sengkuang, menegaskan bahwa kondisi tersebut telah menyentuh aspek kemanusiaan paling mendasar.
“Ini bukan lagi soal mandi atau mencuci. Untuk memandikan jenazah saja kami harus minta bantuan agar ada air. Mengurus orang meninggal pun kami kesulitan. Ini fakta di lapangan,” teriak Oncu di atas mobil bak terbuka, disambut sorak warga.













