Kekecewaan warga juga diarahkan kepada pimpinan Pemerintah Kota Batam yang dinilai hanya hadir saat momentum politik. Mereka menuding hak dasar masyarakat diabaikan setelah pesta demokrasi usai.
“Jangan datang saat Pilkada saja. Jangan temui kami hanya saat butuh suara. Pejabatnya tolong hidupkan air kami,” seru warga dalam aksi tersebut.
Warga secara khusus meminta Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk menepati janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat Batu Ampar. Hingga kini, janji tersebut dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan air bersih.
Ironisnya, meski air tidak mengalir, tagihan air tetap berjalan setiap bulan. Kondisi ini memicu kemarahan warga yang merasa dirugikan secara ekonomi. Upaya mediasi dengan DPRD Kota Batam disebut telah dilakukan berulang kali, namun belum menghasilkan solusi konkret.
“Air mati tetap bayar. Kami hanya dapat janji manis. Ini krisis air, tapi tidak pernah ada penyelesaian,” ujar salah satu warga.













